Home / Berita / Kata Pengantar Candra Fajri Ananda

Kata Pengantar Candra Fajri Ananda

Kata  Pengantar  Candra Fajri Ananda,

(Guru besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya periode 2013-2017)

Tentang buku

Penelitian Kualitatif ILMU EKONOMI,

dari Metodologi ke Metode

yang ditulis oleh  sonny LEKSONO,

Guru besar ilmu Ekonomi UniversitAS Wisnuwardhana Malang

Kalau kita perhatikan dalam 15 tahun terakhir ini, fenomena ekonomi yang bermunculan tiada henti telah banyak menyadarkan sebagian besar ekonom maupun pemerhati masalah sosial dan pembangunan berkerut dahi. Mengapa kebijakan ekonomi dan sosial yang diimplementasikan, yang berupa kebijakan subsidi maupun kebijakan protektif lainnya tidak mampu menyelesaikan fenomena tersebut?. Jawaban mendasar dan gampang tentu pakem – pakem ilmu ekonomi sudah tidak relevan lagi menjawab permasalahan tersebut. Secara mendetail, Worldbank menjelaskan tentang lemahnya tata nilai serta pelaksanaan hukum (kemudian dijelaskan sebagai lemahnya kelembagaan), di dalam perekonomian negara kita.

Fenomena yang sangat jelas dan kuat di depan mata kita adalah fenomena inefisiensi, baik di sektor publik maupun privat. Inefisiensi di bidang anggaran pemerintah sudah terlihat jelas mulai dari desain awal perencanaan, yang penuh dengan “penampungan” aspirasi kelompok elit seperti elit politik, elit ekonomi (pengusaha/pemilik modal) maupun elit birokrasi itu sendiri, yang berakibat anggaran yang tidak tepat sasaran. Hal ini sering dikenal dengan kualitas belanja yang buruk. Di sektor swasta kondisi birokrasi yang seperti itu, menyeret mereka untuk berperilaku rasional dengan “menyesuaikan” kebijakan perusahaan untuk menjaga kelanggengan usaha mereka. Misalnya dengan melaksanakan kebijakan yang lemah tersebut, membangun usaha yang sifatnya mengejar “rente ekonomi” saja, atau menguasai pasar bukan karena “natural monopoly” keunggulan karena lebih efisien atau inovasi, tetapi lebih banyak karena perlindungan dan fasilitas dari birokrasi. Dampaknya adalah sebagian besar perusahaan yang ada di negara ini, adalah perusahaan jago kandang dan selalu kalah bersaing dengan perusahaan asing.

Pengungkapan fenomena tersebut, tentu tidak bisa kita lihat dari angka – angka akhir dari aktifitas ekonomi yang ada. Kita memerlukan evaluasi akan “proses” dan “mengapa” fenomena tersebut ada. Pendekatan kualitatif, merupakan pendekatan di dalam pengungkapan fenomena yang lebih menitikberatkan pada bagaimana proses tersebut terjadi dan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi. Buku ini mengantarkan kita untuk memahami dan mengerti fenomena yang muncul tersebut, untuk menjadi dasar pembuatan kebijakan yang lebih cespleng. Asumsi dasar pemikir klasik ekonomi bahwa manusia itu rasional dan baik (secara moral dan etika), ternyata kenyataan memberikan gambaran yang berbeda.

Di masa mendatang, tentunya perkembangan ilmu ekonomi diharapkan mampu menjawab fenomena yang terjadi di masyarakat, perubahan perilaku, gaya hidup serta etika yang terus berubah dan dinamis, tentunya harus direspon dengan Ilmu ekonomi yang “berwajah” baru dan lebih dekat dengan solusi atas kehidupan masyarakat.

Batu, 13 Mei 2013

 

Candra Fajri Ananda

Ketua ISEI Malang