Home / Berita / Opini dan Pandangan Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.

Opini dan Pandangan Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.

Opini dan Pandangan

Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.

(Guru Besar Universitas Negeri Malang),

pada buku ;

Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi, dari Metodologi ke Metode,

yang disusun oleh sonny LEKSONO,

dalam formula sebagai kata pengantar sejawat

 

Kehadiran penelitian kualitatif bidang ekonomi dapat menjelaskan dan menjawab permasalahan ekonomi yang semakin kompleks. Fenomena  ekonomi sudah tidak bisa terpisah dari bidang-bidang  lain. Akhir-akhir ini, ekonomi sangat berkaitan dengan politik-kebijakan, psikologi, sosiologi, teknologi, pertanian, etika, hukum, pendidikan, dan lingkungan. Ilmu ekonomi bukan lagi sekedar ilmu sosial yang mempelajari produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa secara linier, tetapi sudah menjadi ilmu yang lebih luas, sejalan dengan kebutuhan individu dan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, dengan perilaku manusia dan struktur sosial yang beragam dan sulit diprediksi. Sebagai contoh pembahasan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari isu-isu kebijakan fiskal dan APBN, desentralisasi dan otonomi, dampak psikologis pasar terhadap kenaikan BBM, kesenjangan income masyarakat (income inequality), good corporate governance, perkembangan ICT dan nano-teknologi yang begitu pesat, kelangkaan bahan pangan, masalah korupsi dan pencucian uang, kontribusi pendidikan dalam pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan, dan bahkan berkaitan dengan pengurangan emisi (emission reduction) dan proses penurunan luas hutan (deforestation).

Buku “Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi” karya Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S. ini memiliki sumbangsih yang besar dalam penelitian dan pengembangan ilmu ekonomi di masa depan. Ada beberapa catatan positif saya terhadap karya ini yang mencakup kebutuhan referensi metode penelitian, integrasi antara metode penelitian dan substansi bidang ilmu, pembahasan dari metodologi menuju metode penelitian, sangat kayanya bahan-bahan rujukan dalam tulisan ini, dan beberapa contoh jenis penelitian kualitatif, serta aplikasinya dalam ilmu ekonomi.

Pengamatan saya juga sama dengan penulis, yaitu sampai sejauh ini masih belum ada buku yang membahas “secara khusus” metode penelitian kualitatif bidang ekonomi, dibandingkan dengan penelitian kuantitatif yang banyak sekali. Padahal sudah mulai banyak mahasiswa program Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Ekonomi yang meneliti untuk skripsi, tesis, dan disertasinya dengan pendekatan kualitatif. Dengan demikian, buku ini akan sangat membantu mempermudah tugas-tugas mahasiswa tersebut, termasuk bagi para pembimbingnya.

Banyak buku metode penelitian yang isinya “terpisah” dari bidang ilmunya. Biasanya sebuah buku metode penelitian kualitatif “murni” membahas metode penelitian. Sedangkan substansi bidang ilmu sekedar dijadikan contoh penerapannya,  secara teknis-prosedural. Buku Prof. Sonny Leksono ini sangat berbeda. Ia mengintegrasikan pembahasan penelitian kualitatif dengan paradigma ilmu ekonomi, dalam konteks segi ontologi, epistimologi, dan aksiologinya secara utuh. Penulis mengasosiasikan ekonomi konvensional dengan positivism, rasionalisme, paradigma tunggal, fragmental, dan menekankan pada output yang menjadi ciri dari penelitian kuantitatif; dan menyelaraskan ekonomi non-konvensional dengan post-potivisme, naturalistik, realita ganda, bersifat holistik, dan menekankan pada proses sebagai karakteristik utama penelitian kualitatif.

Seringkali kita membaca buku-buku penelitian, laporan penelitian, maupun skripsi, tesis, dan disertasi yang tidak dapat membedakan antara metodologi dan metode. Prof. Sonny Leksono membedakan antara metodologi dan metode ini sangat sistematis dan runtut. Bahkan ia menguraikan argumen yang sangat  logis “dari metodologi ke metode”; dengan perkataan lain, mulai dari filosofi dan kerangka pikir tentang metode penelitian menuju aplikasi metode tersebut dalam ilmu ekonomi.

Uraian dalam buku ini sangat mendalam dan tajam, didukung oleh bahan-bahan rujukan yang kaya sekali dan berkualitas. Penulis telah mengeksplorasi  berbagai-bagai buku metode penelitian kualitatif mulai dari karyaThomas Kuhn yang menyatakan suatu perubahan paradigma lama menjadi paradigma baru yang tidak kompatibel atau non-kumulatif, yang disebut dengan “scientific revolution”, Glaser dan Strauss yang memperkenalkan penelitian grounded (grounded research) dalam bidang sosiologi dan antropologi, Lincoln dan Guba dalam “Naturalistic Inquiry”, Bogdan dan Biklen yang yang membahas teori dan metodologi penelitian kualitatif untuk pendidikan, Miles dan Huberman  yang memberikan guides tentang bagaimana menganalisis data penelitian kualitatif, Patton yang mengulas tentang evaluasi kualitatif, Denzin dengan metode fenomenologinya, sampai dengan Creswell yang menampilkan desain penelitian kualitatif. Sederetan nama-nama ini dapat disebut sebagai  “pendekar-pendekar” metode penelitian kualitatif.

Buku ini juga memaparkan beberapa jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian deskriptif, fenomenologi, interaksionisme simbolik, dan grounded theory. Penelitian deskriptif diperlukan untuk menjelaskan fenomena ekonomi yang paling sederhana. Hal ini sejalan dengan karakteristik penelitian kualitatif yang mengandalkan latar alami, bersifat induktif, dan mementingkan makna. Fenomenologi adalah pendekatan dalam memahami makna suatu fenomena dari persepsi orang-orang yang terlibat dalam fenomena tersebut. Banyak perilaku ekonomi yang cocok didekati dengan fenomenologi. Penulis memberikan contoh bahwa barang, uang, dan jasa tidak dapat bertransaksi sendiri, melainkan digerakkan oleh orang-orang disekelilingnya yang sangat dipengaruhi oleh kebutuhan, persepsi, pandangan, sikap, dan perilaku mereka. Sementara itu, interaksionisme  simbolik merupakan pendekatan yang lebih kompleks, yaitu pemahaman suatu makna dari interaksi orang-orang yang terlibat dalam fenomena, yang diinterpretasikan dalam bentuk simbol-simbol tertentu. Dalam hal ini proses interaksi antar pelaku ekonomi dimaknakan dalam wujud simbol-simbol ekonomi. Yang terakhir, grounded theory adalah suatu pendekatan untuk membangun teori baru, yang dikembangkan melalui berpikir induktif terhadap fakta-fakta dari lapangan yang sebenarnya (grounded). Dalam grounded research ini teori substantif dapat dikembangkan menjadi teori formal, yang pada saat ini sangat diperlukan dalam mengembangkan teori-teori ekonomi baru.

Buku Prof. Dr. Ir. Sonny Leksono, S.E., M.S. ini secara akademik merupakan karya yang sangat berbobot dan komprehensif. Oleh karena itu, buku ini patut dibaca oleh para mahasiswa (S1, S2, dan S3), dosen, peneliti, dan praktisi dalam bidang ekonomi dan sosial, atau bidang-bidang lain yang relevan. Saya yakin bahwa gagasan-gagasan dalam buku ini memberikan manfaat yang besar bagi dunia ekonomi-sosial, pendidikan, penelitian, dan kebijakan publik. Akhirnya, saya berdoa semoga karya ini mendapatkan ridho dan barokah dari Allah Swt.

Malang, 1 Juni 2013